Sabtu, 31 Mei 2014
Fungsi Media dan Prinsip-Prinsip Penggunaan Media
A. Fungsi Media
Menurut Hamalik, pemakaian media pembelajaran dalam
proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa
pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa.
Levie & Lents mengemukakan
empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
a. Fungsi Atensi. Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu
menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai
teks materi pelajaran. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik
dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran
yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar
khususnya gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat
menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka
terima. Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi
pelajaran semakin besar.
b. Fungsi Afektif. Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan
siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang
visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang
menyangkut masalah sosial atau ras.
c. Fungsi Kognitif. Fungsi kognitif
media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa
lambang visual atau gambar memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami dan
mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi Kompensatoris. Fungsi
kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media
visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan
siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan
dengan teks atau disajikan secara verbal.
Secara umum media pembelajaran
mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
1. Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata
tertulis atau lisan belaka).
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3. Penggunaan
media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak
didik. Sehingga dapat menimbulkan kegairahan belajar; memungkinkan interaksi
yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; dan
memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
4. Pemusat perhatian siswa.
5. Menggugah emosi siswa.
6. Membantu siswa memahami materi
pembelajaran.
7. Membantu siswa mengorganisasikan
informasi
8. Membangkitkan motivasi belajar siswa
9. Membuat pembelajaran menjadi lebih
kongkret
10. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan
daya indra
11. Mengaktifkan pembelajaran
12. Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang
melulu berpusat pada guru
13. Mengaktifkan respon siswa
B.
Prinsip-Prinsip Penggunaan Media
Media pembelajaran digunakan
dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaan Media pembelajaran yang antara lain:
a. Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang
sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya
sebagaialat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan biladianggap
perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan (Usman, 2011).
b. Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber
belajar yangdigunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
c. Guru seharusnya memperhitungkan untung-ruginya
pemanfaatan suatu media
pembelajaran.
d. Penggunaan media pembelajaran harus diorganisir
secara sistematisbukan sembarang menggunakannya.
e. Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih
dari macammedia, maka guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar
proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
f.
Tidak
ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
g.
Penggunaan
media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus
menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
h.
Penggunaan
media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi
pelajaran yang disajikan.
i.
Penggunaan
media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan
seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual dan belajar
mandiri.
j.
Guru
hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus
disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai,
mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
k.
Penggunaan
media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
l.
Media
yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas
kesenangan pribadi.
m.
Aneka
ragam media
n.
Kepraktisan
dan ketersediaan media.
Prinsip-prinsip pemilihan dan
penggunaan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam
memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka
ragam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Cara Memilih dan Memanfaatkan Media Pembelajaran yang Tepat dalam Proses Pembelajaran
Cara Memilih dan Memanfaatkan Media Pembelajaran yang Tepat dalam Proses Pembelajaran
Kriteria khusus yang dapat kita
gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan
faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan
Novelty (ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut sebagai berikut:
-
Acces, artinya
media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
-
Cost, artinya
media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
-
Technology, artinya
media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah
menggunakannya.
-
Interactivity, artinya
media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau
interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik,
intelektual dan mental.
-
Organization, artinya
dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan
dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber
belajar yang mengelola).
-
Novelty, artinya
media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya
tarik bagi siswa yang belajar.
Media-media yang akan dipilih dalam
proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat visible,
intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure (VISUALS).
Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
-
Visible atau
mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan keterbacaan
bagi orang lain yang melihatnya
-
Interesting atau
menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan. Sehingga
yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untukmemperhatikan pesan yang
disampaikan melalui media tersebut
-
Simple atau
sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan
kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
-
Useful atau
bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian tujuan
pembelajaran yang diharapkan,
-
Accurate atau
benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi
atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar
valid dalam pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
-
Legitimate atau
Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk
kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)
-
Structure atau
tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau
penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan
disampaikan melalui media tersebut.
Langkah-Langkah Memilih Media
Untuk jenis media rancangan (by
design), beberapa macam cara telah dikembangkan untuk memilih
media. Dalam proses pemilihan ini, Anderson (1976) mengemukakan
prosedur pemilihan media menggunakan pendekatan flowchart (diagram
alur). Dalam proses tersebut ia mengemukan beberapa langkah dalam
pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :
1. Menentukan
apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk pesan
pembelajaran atau hanya sekedar informasi umum/hiburan.
Jika hanya sekedar informasi umum akan diabaikan karena prosedur yang
dikembangkan khusus untuk pemilihan media yang bersifat/untuk keperluan pembelajaran.
2.
Menentukan apakah media itu
dirancang untuk keperluan pembelajaran atau hanya sekedar alat bantu mengajar
bagi guru (alat peraga). Jika sekedar alat peraga, proses juga
dihentikan ( diabaikan).
3.
Menentukan apakah tujuan
pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
4.
Menentukan jenis media yang
sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai, dengan mempertimbangkan kriteria
lain seperti kebijakan, fasilitas yang tersedia, kemampuan produksi dan biaya.
5. Me-review
kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau masih terdapat
kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih
tepat. Merencanakan, mengembangkan dan memproduksi media.
Anderson (1976) menyarankan
langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemillihan media pembelajaran.
1.Penerangan atau pembelajaran
Langkah pertama menentukan apakah
pengguna media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk
keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi
kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkan media untuk
keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukan kemampuan sebagai
bukti bahwa mereka telah belajar.
2. Tentukan transmisi pesan
Dalam kegiatan ini kita sebenarnya
dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat
bantu pengajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan dan
diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media
pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadi interaksi antara produk
pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran
pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.
3. Tentukan karakteristik pelajaran
Asumsi kita bahwa kita telah meyusun
desain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar,
merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya
perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk
dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan
tersebut memerlukan media yang berbeda.
4. Klasifikasi media
Media dapat diklasifikasikan sesuai
dengan cirri khusus masing-masing media. Berdasarkan persepsi dari masnusia
normal bahwa media dapat diklasifikasikan menjadi media auto, media video dan
audio visual. Berdasarkan cirri dan bentuk fisiknya media dapat dikelomokkan
menjadi media proyeksi(diam dan gerak) dan media non proyeksi(dua dimensi dan
tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media
dikelompokkan menjadi dua yaitu, media media yang berada di ruang kelas dan
media-media yang berada di luar ruang kelas. Masing-masing media tersebut
memiliki kekurangan dan kelebihan bila dibandingkan dengan media lain.
5. Analisis karakteristik masing-masing media
Media pembelajaran yang banyak macam
perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan. Pertimbangan pula dari aspek-aspek ekonomi dan
ketesediaannya. Dari berbagai alternative kemudian dipilih media yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)
