Imperialisme
Lenin dan Bukharin
mengembangkan teori imperialisme untuk menjelaskan sebab-sebab perang dunia
pertama. Mereka berpendapat bahwa perang disebabkan oleh kebutuhan mendesak
untuk mengeluarkan surplus modal yang telah terakumulasi pada negara-negara
kapitalis terkuat. Teori imperialisme kapitalistik telah kehilangan pamor tapi
seringnyadakwaan atas reduksi ekonomi mengabaikan upaya temporer untuk
menjelaskan penghapusan komunitas politik di awal abad ke-20. Didasarkan pada
ini, doktrin imperialisme Marxis mengembangkan observasi Marx dan Engels
tentang merebaknya penyampingan ikatan nasional dan bermulanya kematian
internasionalisme.
Teori Imperialisme
memuat kritik atas pendapat liberal bahwa kapitalisme baru perlu mendorong
strategi perdagangan bebas serta membangun interdependensi damai antar bangsa.
Lenin dan Bukharin berargumen bahwa kecenderungan dominan abad ini telah
menghancurkan ideologi laissez-faire dan
menciptakan negara-negara merkantilis baru yang mengalami peningkatan untuk
menggunakan kekuatan guna mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan politik mereka.
Akumulasi surplus modal dititikberatkan sebagai sebab utama atas kemunduran
iklim internasional yang lebih damai tapi Lenin membantah bahwa faktor-faktor
lain, termasuk berkurangnya hegemoni Inggris dan munculnya konfigurasi baru
atas kekuatan militer, telah berkontribusi, meski dalam tingkat sedang, untuk
mengurangi dorongan dalam penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Lenin dan Bukharin
berargumen bahwa loyalitas kelas dan permusuhan kelas telah kehilangan sentralitasnya di era ini sebagai dampak
meningkatnya ideologi kekuatan nasionalis dan militeristik. Dalam Imperialisme: The Highest Stage Of
Capitalisme Lenin menyatakan bahwa tidaklah tembok Cina memisahkan (kelas
pekerja) dari kelas-kelas lainnya terkecuali karena adanya aristrokasi pekerja
yang telah disuap oleh keuangan kolonial untuk bersekutu dengan kaum borjuis.
Dengan pecahnya perang dunia pertama maka kelas pekerja, yang telah terikat
pada roda.....kekuatan borjuis negara segera bersatu memenuhi seruan untuk
mempertahankan tanah air mereka. Meskipun pergeseran pusat gravitasi dari
konflik kelas ke pertentangan antar negara tidak akan bertahan lama dan
kekacauan perang akan menunjukkan kepada kelas pekerja bahwa keuntungan yang
mereka dapatkan dari kebijakan imperialis tidak sebanding dengan luka-luka yang
dihasilkan perang. Kaum proletar akan meneruskan proyek kelasnya untuk
menghapuskan batas-batas negara dan menyatukan seluruh rakyat ke dalam
masyarakat sosialis.
Keyakinan Marx bahwa
kapitalisme akan menyebabkan industrialisasi ke seluruh dunia kemudian
digemakan dalam teori imperialisme. Analisis Lenin mengenai globalisasi
kapitalis memicu timbulnya asumsi umum pada abad ke-19 bahwa barat akan
mengubah dunia non-barat secara keseluruhan sesuai kehendaknya. Kemungkinan
alternatif ditawarkan dalam hukum Trotsky mengenai pembangunan gabungan dan
tidak merata, yang meyakini bahwa tatanan sosial baru akan muncul dari
pertemuan antara dunia kapitalis da pra-kapitalis. Teori-teori tentang
imperialisme baru-baru ini telah mengembangkan pemikiran ini. Teori
ketergantungan dalam tulisan Gunder Frank menegaskan bahwa aliansi antara
kepentingan kelas dominan pusat dan periferi (pinggiran) menghambat pembangunan
ekonomi di kawasan periferi. Hanya tindakan pemisahan-diri nasional dari
ekonomi kapitalistik global yang akan memberikan kemandirian industrialisasi bagi masyarakat periferi.
Teori sistem-dunia menekankan pada peranan negara periferi sertagerakan-gerakan
yang menentang prinsip-prinsip politik ekonomi kapitalis global dan hegemoni
kultural oleh budaya ilmiah barat.
Imperialisme
Perdagangan
Awal mulanya, perdagangan
bebas adalah sebuah gerakan kelas menengah. Walaupun perdagangan bebas hanya
sampai akhir tahun 1931, ketika sistem ini diperkenalkan di Inggris pada 1846,
perdagangan ini dipandang copdent sebagai kemenangan atas kepentingan
aristokrasi dan negara. Setelah diketemukan bahwa kebijakan perdagangan bebas
meningkatkan kemakmuran mereka sendiri, maka perusahaan-perusahaan Inggris
meyakini bahwa perdagangan bebas juga akan memakmurkan Inggris secara
keseluruhan, kepentingan mereka tidka dapat dipisahkan dengan kepentingan
negara. Menurut Marx, pernyataan yang menegaskan bahwa kompetisi bebas
merupakan bentuk final perkembangan kekuatan-kekuatan produktif, dengan
demikian kebebasan manusia, hanya berarti bahwa dominasi kelas menengah adalah
akhir dari sejarah dunia.
Referensi
Burchill, Scott dan Linklater, Andrew. 2009. Teori-Teori Hubungan Internasional.
Bandung: Nusa Media.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar