Hello! Comments PicturesHello! Comments PicturesHello! Comments Pictures

Kamis, 18 Desember 2014

IMPERIALISME






Imperialisme
Lenin dan Bukharin mengembangkan teori imperialisme untuk menjelaskan sebab-sebab perang dunia pertama. Mereka berpendapat bahwa perang disebabkan oleh kebutuhan mendesak untuk mengeluarkan surplus modal yang telah terakumulasi pada negara-negara kapitalis terkuat. Teori imperialisme kapitalistik telah kehilangan pamor tapi seringnyadakwaan atas reduksi ekonomi mengabaikan upaya temporer untuk menjelaskan penghapusan komunitas politik di awal abad ke-20. Didasarkan pada ini, doktrin imperialisme Marxis mengembangkan observasi Marx dan Engels tentang merebaknya penyampingan ikatan nasional dan bermulanya kematian internasionalisme.
Teori Imperialisme memuat kritik atas pendapat liberal bahwa kapitalisme baru perlu mendorong strategi perdagangan bebas serta membangun interdependensi damai antar bangsa. Lenin dan Bukharin berargumen bahwa kecenderungan dominan abad ini telah menghancurkan ideologi laissez-faire dan menciptakan negara-negara merkantilis baru yang mengalami peningkatan untuk menggunakan kekuatan guna mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan politik mereka. Akumulasi surplus modal dititikberatkan sebagai sebab utama atas kemunduran iklim internasional yang lebih damai tapi Lenin membantah bahwa faktor-faktor lain, termasuk berkurangnya hegemoni Inggris dan munculnya konfigurasi baru atas kekuatan militer, telah berkontribusi, meski dalam tingkat sedang, untuk mengurangi dorongan dalam penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Lenin dan Bukharin berargumen bahwa loyalitas kelas dan permusuhan kelas telah kehilangan  sentralitasnya di era ini sebagai dampak meningkatnya ideologi kekuatan nasionalis dan militeristik. Dalam Imperialisme: The Highest Stage Of Capitalisme Lenin menyatakan bahwa tidaklah tembok Cina memisahkan (kelas pekerja) dari kelas-kelas lainnya terkecuali karena adanya aristrokasi pekerja yang telah disuap oleh keuangan kolonial untuk bersekutu dengan kaum borjuis. Dengan pecahnya perang dunia pertama maka kelas pekerja, yang telah terikat pada roda.....kekuatan borjuis negara segera bersatu memenuhi seruan untuk mempertahankan tanah air mereka. Meskipun pergeseran pusat gravitasi dari konflik kelas ke pertentangan antar negara tidak akan bertahan lama dan kekacauan perang akan menunjukkan kepada kelas pekerja bahwa keuntungan yang mereka dapatkan dari kebijakan imperialis tidak sebanding dengan luka-luka yang dihasilkan perang. Kaum proletar akan meneruskan proyek kelasnya untuk menghapuskan batas-batas negara dan menyatukan seluruh rakyat ke dalam masyarakat sosialis.
Keyakinan Marx bahwa kapitalisme akan menyebabkan industrialisasi ke seluruh dunia kemudian digemakan dalam teori imperialisme. Analisis Lenin mengenai globalisasi kapitalis memicu timbulnya asumsi umum pada abad ke-19 bahwa barat akan mengubah dunia non-barat secara keseluruhan sesuai kehendaknya. Kemungkinan alternatif ditawarkan dalam hukum Trotsky mengenai pembangunan gabungan dan tidak merata, yang meyakini bahwa tatanan sosial baru akan muncul dari pertemuan antara dunia kapitalis da pra-kapitalis. Teori-teori tentang imperialisme baru-baru ini telah mengembangkan pemikiran ini. Teori ketergantungan dalam tulisan Gunder Frank menegaskan bahwa aliansi antara kepentingan kelas dominan pusat dan periferi (pinggiran) menghambat pembangunan ekonomi di kawasan periferi. Hanya tindakan pemisahan-diri nasional dari ekonomi kapitalistik global yang akan memberikan kemandirian  industrialisasi bagi masyarakat periferi. Teori sistem-dunia menekankan pada peranan negara periferi sertagerakan-gerakan yang menentang prinsip-prinsip politik ekonomi kapitalis global dan hegemoni kultural oleh budaya ilmiah barat.


Imperialisme Perdagangan
            Awal mulanya, perdagangan bebas adalah sebuah gerakan kelas menengah. Walaupun perdagangan bebas hanya sampai akhir tahun 1931, ketika sistem ini diperkenalkan di Inggris pada 1846, perdagangan ini dipandang copdent sebagai kemenangan atas kepentingan aristokrasi dan negara. Setelah diketemukan bahwa kebijakan perdagangan bebas meningkatkan kemakmuran mereka sendiri, maka perusahaan-perusahaan Inggris meyakini bahwa perdagangan bebas juga akan memakmurkan Inggris secara keseluruhan, kepentingan mereka tidka dapat dipisahkan dengan kepentingan negara. Menurut Marx, pernyataan yang menegaskan bahwa kompetisi bebas merupakan bentuk final perkembangan kekuatan-kekuatan produktif, dengan demikian kebebasan manusia, hanya berarti bahwa dominasi kelas menengah adalah akhir dari sejarah dunia.

Referensi
Burchill, Scott dan Linklater, Andrew. 2009. Teori-Teori Hubungan Internasional. Bandung: Nusa Media.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar