POSTMODERN
Postmodernisme
adalah gerakan abad akhir ke-20 dalam seni, arsitektur, dan kritik itu adalah
keberangkatan dari modernisme Postmodernisme termasuk interpretasi skeptis
terhadap budaya, sastra, seni, filsafat, sejarah, ekonomi, arsitektur, fiksi,
dan kritik sastra. Hal ini sering dikaitkan dengan dekonstruksi dan
pasca-strukturalisme karena penggunaannya sebagai istilah mendapatkan
popularitas yang signifikan pada waktu yang sama sebagai abad kedua puluh dalam
pemikiran post-struktural.
Postmodernisme adalah faham yang berkembang
setelah era modern dengan modernisme-nya. Postmodernisme bukanlah faham tunggal sebuah
teori, namun justru menghargai teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari
titik temu yang tunggal. Banyak tokoh-tokoh yang memberikan arti postmodernisme
sebagai kelanjutan dari modernisme.Namun kelanjutan itu menjadi sangat beragam.
Bagi Lyotard dan Geldner, modernisme adalah
pemutusan secara total dari modernisme. Bagi Derrida,
Foucault
dan Baudrillard, bentuk radikal dari kemodernan
yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori. Bagi David Graffin,
Postmodernisme adalah koreksi beberapa aspek dari moderinisme. Lalu bagi Giddens,
itu adalah bentuk modernisme yang sudah sadar diri dan menjadi bijak.Yang
terakhir, bagi Habermas, merupakan satu tahap dari modernisme
yang belum selesai.
Berdasarkan asal-usul kata,
postmodernisme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (-isme), yang
berkembang setelah (post) modern.Istilah ini muncul pertama kali pada tahun
1930 pada bidang seni
oleh Federico de Onis untuk menunjukkan reaksi dari moderninsme. Kemudian pada
bidang Sejarah oleh Toyn Bee dalam bukunya Study of History pada tahun 1947.Setelah
itu berkembanga dalam bidang-bidang lain dan mengusung kritik atas modernisme
pada bidang-bidangnya sendiri-sendiri.
Postmodernisme dibedakan dengan postmodernitas, jika
postmodernisme lebih menunjuk pada konsep berpikir.Sedangkan postmodernitas
lebih menunjuk pada situasi dan tata sosial sosial produk teknologi informasi,
globalisasi, fragmentasi gaya hidup, konsumerisme
yang berlebihan, deregulasi pasar uang dan sarana publik, usangnya negara dan
bangsa serta penggalian kembali inspirasi-inspirasi tradisi.Hal ini secara
singkat sebenarnya ingin menghargai faktor lain (tradisi,
spiritualitas) yang
dihilangkan oleh rasionalisme, strukturalisme
dan sekularisme.
Setidaknya kita melihat dalam bidang kebudayaan
yang diajukan Frederic Jameson, bahwa postmodernisme bukan kritik satu bidang
saja, namun semua bidang yang termasuk dalam budaya.Ciri pemikiran di era
postmodern ini adalah pluralitas berpikir dihargai, setiap orang boleh
berbicara dengan bebas sesuai pemikirannya.Postmodernisme menolak arogansi dari
setiap teori, sebab setiap teori punya tolak pikir masing-masing dan hal itu
berguna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar